Menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia

Menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia

Seiring dengan berjalannya waktu, pemimpin perempuan dapat diterima di masyarakat. hal ini dikarenakan perempuan memiliki gaya kepemimpinan yang sedikit unik dan berbeda jika dibandingkan dengan pemimpin laki-laki. Penelitian pada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Barito Selatan dilakukan dengan wawancara, observasi dan pemberian kuesioner kepada subyek beserta wawancara dengan bawahan subyek yang ditujukan untuk memperoleh data pendukung yang akan diperlukan untuk triangulasi.

Dalam khasanah sosiologi Islam, Ibnu Khaldun dikenal sebagai peletak dasar teori solidaritas masyarakat atau dikenal dengan teori ‘Ashâbiyat. Teori ini merupakan pengejawantahan dari teori harmoni ka al-jasad al-wahid dalam ajaran Islam, yang menggambarkan kelaziman saling melindungi dan mengembangkan potensi serta saling mengisi dan membantu di antara sesama. Pada dasarnya, sebagai seorang atasan ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat diri Anda menjadi seorang pemimpin yang hebat dan baik. Hanya saja, bagaimana cara Anda untuk menggembangkan potensi tersebut sehingga Anda bisa menjadi pemimpin yang hebat. Kita tahu pada poin sebelumnya, dalam menjadi pemimpin itu harus memikirkan yang terbaik bagi kelompok, menjalin kerja sama, mampu memberantas ketidakadilan, dan sebagainya.

Meskipun belajar berempati penting untuk tiap orang tanpa memandang golongan, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin yang baik dan amanah memerlukan waktu dan intensitas belajar berempati yang lebih. Namun, apa pun itu definisinya, kebaikan tetap menjadi hal yang tidak dapat ditawar-tawar di dunia ini. mengalihkan tanggung jawab atas proses pembuatan keputusan dan pelaksanaannya ke anggota. Pengelolaan suasana hati, merupakan kemampuan emosi yang meliputi kecakapan untuk tetap tenang dalam suasana apapun, menghilangkan rasa gelisah yang timbul, mengatasi kesedihan atau berdamai dengan sesuatu yang menjengkelkan.

Mempimpin sebuah kelompok

Maka, hampir pasti dia akan menjadi bos menyebalkan, yang diperbincangkan oleh setiap karyawannya di jam makan siang. Misalnya, Anda menerapkan kebijakan untuk menggeser jam masuk kerja dari jam 07.00 ke jam 08.00, agar tidak banyak karyawan yang terlambat. Untuk mengetahui apakah solusi tersebut berjalan dengan baik atau tidak, Anda perlu melihat umpan balik dari setiap pegawai.

Jika Anda ingin dicintai, Anda juga harus mencintai orang-orang di lingkungan kerja Anda. Dengan menjadi pemimpin yang cerdas, Anda dapat membawa diri dan menjalankan tugas dengan baik. Anda mampu berpikir kritis dan memiliki ide-ide cemerlang yang bermanfaat bagi perusahaan. Itulah sebabnya pemimpin harus punya sikap yang mau terus belajar untuk meningkatkan wawasannya. Berikut ciri-ciri pemimpin perfect yang bisa Anda pelajari untuk memperbaiki gaya kepemimpinan Anda.

Para pemimpin hebat mau meluangkan waktu memetakan kekuatan, kebutuhan dan prioritas dari anggota tim sehingga mereka bisa bergerak maju dengan gairah, antusiasme, inspirasi dan motivasi. Cara seperti ini akan membantu Anda menemukan cara terbaik untuk memotivasi anggota tim. Buatlah anggota tim merasa bahwa semua usaha mereka memberikan perbedaan berarti dan doronglah perkembangan potensi mereka dengan kejelasan tujuan dan tantangan. Namun oleh karena pemimpin yang demikian merupakan tonggak dan fokus dari kelompok, oleh karena karismanya dalam memimpin, maka apabila terjadi sesuatu dengannya, maka tim yang telah terbentuk bisa bubar dengan sendirinya.

Ditilik dari jumlahnya yang hampir sama dengan kategori “kapasitas”, berarti orang menilai hampir seimbang antara kapasitas dan intelektualitas. Namun, pada kasus ini, hal yang Anda butuhkan adalah respek dari bawahan Anda. Karyawan lain yang melihat kejadian tersebut akan cenderung meremehkan Anda karena menganggap Anda sebagai pemimpin yang “lembek”. Mungkin Anda akan disukai oleh para karyawan Anda, tetapi disukai saja tidak cukup untuk membuat mereka menuruti arahan Anda sebagai pemimpin.

Orang-orang yang memiliki integritas mengatakan kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka. Mereka bertanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya.

Dari segi interaksi, management berhubungan dengan anggota dan tim dalam suatu perusahaan saja, sementara manajemen berurusan dengan dimensi teknis dalam perusahaan. Dari segi otoritas, leadership mendapatkannya dari para pengikutnya, sedangkan manajemen mendapatkan posisi otoritas dari organisasi atau perusahaan. Gaya pemimpin yang paternalistik banyak terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional terutama masyarakat agraris.

Comments are closed.