Cerita Elzatta Pertahankan Kreativitas Saat Pandemi Agar Tetap Laris

Cerita Elzatta Pertahankan Kreativitas Saat Pandemi Agar Tetap Laris

Banyak orang yang harus do business from home atau kerja di rumah, mahasiswa dan anak sekolah juga belajar online agar terhindar dari virus ini. Kamu bisa mengambil hikmah kejadian ini dengan mengambil peluang usaha, pastinya biar kebutuhan terus terpenuhi saat situasi kritis ini. Tapi jangan jualan alat kesehatan dengan harga mahal ya, jangan mengambil untung sepihak.

Toko- toko yang laku di saat pandemi

Dengan begitu, meskipun mendapatkan keuntungan yang tidak besar, namun masih bisa membantu kehidupan hajat orang banyak di tengah-tengah pandemi ini. Meskipun di tengah-tengah pandemi, tidak jarang membuat pikiran panik, bagi para penjual online sebaiknya bisa mengatasi hal tersebut. Karena para penjual on-line sendiri harus tetap memberikan pelayanan yang cepat dan ramah. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan ramah, maka diharapkan bisa membuat usaha online yang dijalankan tetap berjalan lancar seperti biasanya. Pada kategori olahraga, peluncuran sepeda merek lokal Element Indonesia disambut antusiasme sangat tinggi dari masyarakat.

Produk kecantikan adalah salah satu produk laris yang penjualannya justru mengalami kenaikan selama pandemi COVID-19. Memilih produk kosmetik bisa jadi ide bisnis on-line yang peluangnya cukup prospektif meskipun dalam kondisi normal sekalipun. Produk perawatan janggut pun mulai memasuki jajaran produk jualan online paling laris, salah satunya alat pelurus jenggot. Meski sudah umum tersedia di pasaran, masih ada peluang bagi Anda untuk menjualnya. Demi menafkahi keluarganya, Herman sekarang menambah penjualan barang seperti sembako, perabotan rumah tangga, mainan, makanan ringan, hingga pot tanaman di tokonya.

Para pelaku sektor ekonomi harus berjalan berdampingan dalam menghadapi permasalahan ini dengan mencari kesempatan yang baru di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Aidil bilang, usaha makanan dan minuman bisa dijalankan walaupun dengan modal Rp 1 juta atau bahkan kurang. Jenis usaha tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang berpeluang mencatatkan keuntungan lumayan besar. PORTAL JEMBER – Hampir semua bisnis terpukul akibat virus corona. Bola.com, Jakarta – Pandemi virus corona COVID-19 membuat kebiasaan masyarakat berubah drastis.

Hobi mengoleksi ikan hias itu bukan cuman untuk mereka yang berduit dan punya kolam ikan di belakang rumahnya. Tapi orang-orang yang hanya memiliki kubik kecil sebagai akuarium atau toples kaca juga berhak menekuni hobi mengoleksi ikan hias. Selama masa itu, Bayu mengatakan bisa berhasil menjual hingga 2-3 botol yang berisikan kopi 1 liter.

“Sebelum adanya pandemi, omset toko kami yang buka mulai dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam bisa mencapai Rp3 juta per hari. Tapi di awal pandemi, untuk mendapat Rp1,5 juta saja berat sekali karena saat itu banyak orang takut keluar rumah,” tutur wanita yang akrab disapa Srikandi ini, Minggu (4/10). BANJARBARU, infobanua.co.id – Toko DRP Azzam yang terletak di Jalan Binamarga, RT 05/RW 03, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, perlahan kembali ramai kedatangan pembeli. Penjualan di toko kelontong ini mulai menggeliat setelah sempat dihantam badai pandemi COVID-19.

Merebaknya wabah Covid-19 membuat aktivitas di beberapa kota industri di China ikut terganggu. Aktivitas di kota industri seperti Dongguan dan Wuhan terhenti. Dalam catatanBloomberg, di Wuhan terdapat lebih kurang 515 industri, mayoritas di sektor manufaktur. Produk elektronik terlaris di masa do business from home dari bulan Juli 2020 hingga September 2020 yaitu meja laptop, mouse, dan webcam.

Tahun 2020 menjadi tahun yang sulit diprediksi bagi dunia usaha. Salah satu faktor utamanya adalah penyebaran virus corona yang telah bermutasi menjadi COVID-19. Strategi tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk menekan social movement masyarakat dan mengurangi angka persebaran COVID-19. Hal ini menimbulkan multiplier effect terhadap setiap sektor yang salah satunya yaitu sektor bisnis dan juga pendapatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena harus ditutupnya outlet-outlet akibat PSBB dan juga sepi nya pasar riil karena pembatasan yang dilakukan di ruang terbuka yang kemudian menyebabkan sepinya penjualan. Terlebih produksi pun turut terkendala karena adanya wabah COVID-19 ini dan tentunya membuat banyak pengusaha besar ataupun pelaku UKM drop dan berimbas pada pengurangan SDM.

Aku melihat bahwa followers instagram aku itu mayoritasnya perempuan dan berhijab, maka aku ambil peluang bahwa yang laku ini adalah busana hijab. Jadi aku mengalihkan peluang tersebut untuk membuka busana hijab itu sendiri. Dari awal aku membuka brand Mandjha ini aku menitik beratkan pada penjualan on-line. Karena the power of internet dan sosial media, penjualan naik sampai 70% di masa pandemi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya”.

Comments are closed.