5 Tips Menjadi Pemimpin Perfect Yang Disukai Bawahan

5 Tips Menjadi Pemimpin Perfect Yang Disukai Bawahan

Leadership memiliki peran untuk memimpin sebuah kelompok guna mencapai tujuan tertentu. Faktor yang mempengaruhi perilaku leadership antara lain adalah chief, followership dan situasi. , maksudnya kepemimpinan adalah seluruh kegiatan untuk mempengaruhi dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Menjadi seorang pemimpin wajib memiliki kemampuan manajerial bisnis yang mampu mengelola dan memotivasi timnya secara efektif.

Mempimpin sebuah kelompok

, sehingga diharapakan pimpinan pengadilan dapat mengelola keseluruhan aspek aktifitas pengadilan dibawah koordinasinya. Hal ini tentunya menunjukkan pentingnya kepemimpinan dalam dunia pengadilan yang pula menjadi salah satu misi Mahkamah Agung yaitu meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan, turut pula didalamnya Peradilan Agama. Pimpinan pengadilan merupakan pimpinan yang khas dan berbeda dengan organisasi / institusi yang lain. Demikian pula untuk mencari dan menjaring calon Pemimpin yang terpelihara integritasnya dengan berbagai godaan dan tantangan yang beragam, maka berbagai Materi ujian Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim dilakukan oleh Badan Pengawasan.

Masing-masing unit akan memperjuangkan otonomi yang lebih besar untuk kepentingan unitnya. Langkah ini akan berbenturan dengan langkah dan keinginan organisasi dalam melakukan koordinasi. Semakin tinggi tingkat koordinasi dalam memperjuangkan otonomi, maka semakin tinggi pula potensi konflik apakah itu antar individu, kelompok maupun antar unit-unit dalam organisasi. Dari dua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya konflik itu adalah adanya dua kelompok yang saling bertentangan baik secara terbuka maupun latent .

Kejujuran ini harus bisa diaplikasikan pada anggota tim atau kliennya pada setiap risiko yang ia pimpin, baik itu terkait kerugian atau keuntungan yang dialami oleh perusahaan. Pengambilan keputusan secara konsensus bukan berarti setiap orang harus senang dengan keputusan yang diambil. Mungkin ada satu atau dua pilihan solusi terbaik sehingga dapat mempercepat pengambilan keputusan atau mungkin juga ada satu pilihan yang tidak disukai semua orang. Menyadari , memahami dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah hal terpenting dalam kecerdasan emosi.

Mereka akan meyakinkan diri dan orang lain untuk mau merubah keadaan yang “status quo” menjadi lebih baik. Ini berarti mengelola stress dengan positif dan merubahnya menjadi pengaruh yang baik. Orang yang cerdas secara emosional mampu menghadapi kesulitan hidup dengan kepala tegak, tegar dan tidak hanyut oleh emosi yang kuat. STEVEN GLADEN sudah menjadi pendeta kelompok kecil di Gereja Saddleback sejak tahun 1998. Ia membawahi lebih dari 3500 kelompok kecil orang dewasa di Saddleback dan senang melihat gereja besar menjadi kecil melalui komunitas sejati yang dikembangkan dalam kehidupan kelompok.

Comments are closed.